Posted in japan, life, travel

The one who main salju di negri atas awan

Hari ketiga

Negri di atas Awan

Habis berendam semalem, tidurnya jadi nyenyak banget…sampai kayanya pengen tetep ngruntel di balik selimut. Ternyata memang benaran, pas malem kan jendelanya dibuka. Tanpa AC hawanya adem dan seger banget. Pagi-pagi sudah harus ngumpul breakfast dan siap jalan lagi, sekalian pindah hotel. Barang-barang dalem koper kayanya ngaa sempet dibongkar, sudah mesti pindah lagi. Sayang banget sebenernya cuma buat numpang bobok aja nih hotel. Belum puas rasanya berendam di onsennya.

Oh ya, sedikit tentang Onsen. Jadi di Jepang itu ada kebiasaan mandi di tempat pemandian umum. Biasanya masih banyak yang model traditional di daerah-daerah yang hawanya dingin. Jadi bentuknya tuh kaya kolam air hangat, kalau yang masih tradisional biasanya ada area yang outdoornya, serasa mandi rendeman di hutan-hutan gitu…syeger. Dan biasanya dipisah antara cowok dan cewek, karena seperti yang gue cerita sebelumnya, kalo kita harus naked telanjang bulat gitu. Biasanya kita akan pakai yukata, trus ada handuk besar dan handuk kecil. Handuk besar buat setelah mandi, handuk kecil, buat lap-lap dan biasanya ngaa boleh dicemplungin ke kolamnya, tapi ditaro di atas kepala. Kalau onsen yang lebih modern biasanya ada yang campur cowok cewek, tapi ya ngaa bugil sih, pake baju berenang biasanya. Oh ya…kalo yang tradisional, biasanya orang yang bertatto ngaa boleh masuk…dikira yakuza kali ya. Untung onsen kali ini di hotel, jadi agak ngaa ketat-ketat banget…gue masih boleh masuk…oops tatto alis.

Perjalanan naik bis dilanjutkan lagi…kali ini jalan ke gunung Fuji, gunung yang tertinggi di Jepang dan masih salah satu gunung yang dikeramatkan katanya. Tinggi gunung Fuji kira-kira 3.776 meter di atas permukaan laut, jadi puncaknya selalu diselimutin salju. Dan kita cuma bisa sampai ke level 5, kalau beruntung dan cuaca lagi cerah kita bisa melihat puncaknya dengan jelas. Kalau pas musim salju atau dingin, biasa kita cuma bisa sampai level 1 aja, karena bis sudah ngaa bisa naik lagi ke atas.

Di level 5 ini banyak toko-toko souvenir dan oleh-oleh, kebanyakan sih mochi green tea. Yang lucu, mereka jual udara dan air gunung Fuji. Kalo air kan biasa botolan, nah kalo yang udara pake kaleng, jadi tinggal hirup. Karena masih lumayan pagi, jadi cukup dingin juga di sini. Jadi siap-siaplah pakai jacket. Karena bulan-bulan kemaren ngaa terlalu dingin, jadi okelah kalo pake yang tipis aja.

Dan di Jepang ini banyak banget kuil-kuil, agama di Jepang itu mayoritasnya adalah Shinto, sebenernya lebih kaya kepercayaan turun temurun. Selain itu banyak juga yang Budha. Kuil-kuilnya biasa ditandai dengan gerbang warna merah, yang disebut Shrine.
IMG-20170523-WA0015

Pas ke arah jalan turun, pak supirnya baik mau mampir bentar buat berhenti dan foto-foto sebentar, ntah di ketinggian berapa, tapi bagus banget karena berasanya kita lagi ada di atas awan gitu. Pokoknya keren banget deh…

Abis itu lanjut makan siang lagi, dan acara shopping. Kita diajak ke daerah premium factory outlet, namanya GOTEMBA. Jadi tempatnya ini lumayan gede banget, dan jual barang-barang branded yang katanya murah. Tapi pas gue liat-liat, kayanya ngaa semua murah juga, dan sebagian malah kaya barang-barang lama. Tapi buat yang suka sneaker Nike atau Adidas, boleh lah….atau Abercrombie & Fitch, masih oke.

20170523_141515

Asli perjalanannya kali ini jaraknya jauh-jauh… Kita langsung lanjut ke hotel lagi di daerah Matsumoto, masih sekitaran gunung Fuji. Sampai di hotelnya sudah agak sore menjelang malam. Dan agak di daerah perkampungan, lebih tepatnya kanan kiri masih banyak hutan dan pepohonan. Dan asli ini hotelnya agak kuno. Atau emang mungkin satu-satunya hotel di daerah sana. Kalo misalnya yang udah pernah nonton film horor Jepang, Sadako atau JuOn…nah modelnya kaya-kaya gitu. Serem sih pokoknya. Lampu di koridor agak-agak suram, trus koridornya panjang dan ada vending machine buat minuman dan cemilan, tangga dan liftnya masih kuno, trus pintu kamarnya masih pake besi…kebayang dong. Di hotel ini juga ada onsen, bisa bayangin dong kalo hotelnya kaya gitu, gimana model onsennya…..? Jreng….serasa lagi berendam…trus tiba-tiba ada yang nyisir rambut di pojokan.

20170523_192143-e1498591202543.jpg

Hari keempat

Main-main Salju

Besok paginya, perjalanan lanjut lagi. Pagi-pagi kita harus sudah jalan, karena biar bisa ontime dan masih agak sepi, jadi ngaa ngantri kelamaan karena kita bakalan naek kendaraan lain. Lanjut ke Tateyama, jadi rute ini namanya Japan Alps route. Kita di drop sama bis nya dan nanti dijemput di pas rute terakhir, karena perjalanan bisnya sendiri bisa 4-5 jam. Dan kita bakalan naik bis dan kereta yang akan berhenti di beberapa station. Jadi dari station pertama kita akan naik bis yang pake cable listrik dan masuk letat terowongan yang nembus gunung.

Pemberhentian pertama di Kobe Dam, jadi kaya bendungan besar yang membendung sungai Kobe. Biasanya pada waktu-waktu tertentu akan dibuka airnya. Hawanya waktu jalan melewati bendungan ini anginnya cukup kencang dan dingin. Lalu lanjut lagi kita naik semacam kereta ke tempat yang lebih tinggi lagi, di mana kita bisa bener-bener lihat dan pegang salju. Biasanya banyak yang main ski, dan banyak hotel an resort-resort di sekitar situ. Setelah sampai station ke berapa, kita makan siang bentar, lalu lanjut lagi ke Snow wall. Jadi dinding salju ini alami, dan kale pas musim dingin tingginya bisa sampe puluhan meter. Karena kemaren pas sudah mendekati summer, jadi agak pendek saljunya.

yang menariknya, di station pertama kita bisa ambil semacam peta, yang menunjukan rute yang bakal kita lalui nanti berikut keterangan-keterangannya. Nah di lembaran peta itu ada bagian yang bisa kita stamp atau cap sesuai dengan station yang sudah kita lewati. Jadi di setiap station ada meja buat stamp-stamp…lucu buat seru-seruan aja sih. Dan di pemberhentian paling atas, ada post office, jadi kita bisa kirim kartu pos dari sana.

Setelah puas mainan salju, malamnya kita makan all you can eat BBQ….gila sampe begah banget perutnya…sepertinya pengen langsung rebahan di kasur. Malemnya kita sampe di hotel yang kali ini cukup lumayan dibanding hotel-hotel sebelumya.  Kita malem ini menginap di kota Kanazawa. Tapi karena sepertinya bukan kota yang besar, jam 9 sudah sepi jalanannya. Dan bagaikan menemukan harta karun, kita ketemu family mart, dan langsung kalap beli belanjaan dan cemilan yang ngaa jelas.

Jadi malam ini bobok agak nyenyak dan besok lanjut jalan lagi. Kita bakalan ke daerah Shirakawago…so to be continue ya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s